IMPRESIF.COM – Warga menceritakan detik-detik tanah longsor yang menerja permukiman di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.
Tanu, 48 tahun, satu dari puluhan warga yang selamat dari terjangan tanah longsor, menceritakan detik-detik longsor besar yang meratakan kampungnya.
Sebelum longsor terjadi, kata Tanu, hujan terus-terusan mengguyur selama tiga hari hingga longsor terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.
Tanu mengatakan, getaran tanah seperti gempa dirasakan sekitar pukul 01.30 WIB.
“Hujan tidak berhenti selama tiga hari,” kata Tanu dikutip dari laman Tribunnews.
“Pas tengah malam itu, seperti ada getaran, awalnya lambat tapi terus-terusan,” ungkap Tanu.
BACA JUGA: Longsor di Cisarua Bandung Barat: KDM Pastikan Warga Terdampak Akan Direlokasi
Beberapa saat kemudian, Tanu mendengar suara gemuruh dan teriakan dari adiknya yang meminta tolong.
“Uwak tolong wak, wak tolong wak. Terus suaranya hilang, muncul lagi sebentar, lalu hilang lagi,” kata Tanu.
Dalam situasi yang kacau dan panik, Tanu hanya sempat menyelamatkan istri dan kedua anaknya.
Tanu bersama Warga lainnya kemudian berlari menuju kantor desa untuk menyelamatkan diri.
Tetapi, tujuh anggota keluarganya, termasuk mertua dan adik Tanu hingga sekarang belum ditemukan.
Tanu menjelaskan, dia sempat melihat adikmat berlari ke kandang sapi untuk berlindung saat tanah longsor meratakan permukiman warga.
BACA JUGA: Longsor di Taman Bukit Cibogo Leuwigajah Cimahi, Dua Rumah Rusak, 3 Anak Luka-luka
“Saya lihat adik saya sempat ngumpet di kandang sapi, tapi sampai pagi belum ada,” katanya lirih.
Selain kehilangan anggota keluarga, Tanu pun harus merelakan puluhan ekor kambing miliknya tertimbung tanah longsor.
Kambing-kambing itu, merupakan sumber mata pencaharian Tanu yang rencananya akan dijual pada momen Iduladha.
“Sudah ada yang pesan dari Cimahi. Kalau dirupiahkan kerugiannya sekitar Rp84 juta,” jelas Tanu.
Data hingga Minggu pagi, 25 Januari 2026, total korban meninggal yang dievakuasi tim SAR sebanyak 11 orang.

