Hal ini diperparah dengan kondisi buruknya sanitasi di hampir seluruh lokasi pengungsian sehingga bisa menimbulkan penyakit.
“Bantuan kemanusiaan terkait penanganan kesehatan pun harus menjadi prioritas,” ungkap dia.
Kehadiran BoP, kata Rifky, sebaiknya harus mampu memberikan penanganan kedaruratan masyarakat Gaza jika memang ingin menghilangkan persepsi negatif dari masyarakat dunia.
Menurut Ketua Yayasan Amal Bakti Dunia Islam (Abadi), Lalu Lauhul Hamdi, infrastruktur dasar yang juga harus segera diperbaiki di Gaza adalah sekolah.
“Jangan sampai, kondisi yang sudah hancur ini menghancurkan juga masa depan anak-anak Gaza,” ungkap dia.
Melalui mini seminar ini, beberapa lembaga kemanusiaan ini memiliki kesamaan cara pandang terhadap penanganan Gaza pasca perang.
BACA JUGA: Pekan Solidaritas Palestina, Yayasan Kasih Palestina Pupuk Rasa Kemanusiaan kepada Gen Z
Mereka juga meminta supaya BoP yang dibentuk Presiden AS Donald Trump bisa lebih mempercepat proses perdamaian permanen di Jalur Gaza dengan menghadirkan aspirasi masyarakat Palestina.
Berbagai lembaga kemanusiaan ini juga mendukung langkah pemerintah untuk bisa menjadi pengawas pelaksanaan peta damai di Gaza sekaligus mengawal aspirasi masyarakat Gaza.
“Kami juga bersepakat untuk bersama-sama membantu masyarakat Gaza untuk bisa segera pulih melalui gerakan bernama Indonesia Gaza Inisiatif (IGI),” ungkap Hamdi.
IGI ini, kata Hamdi, bukanlah lembaga baru melainkan sebuah komunitas yang memiliki kebulatan tekad untuk segera beraksi untuk membantu masyarakat Gaza.
“IGI ini hadir atas dasar aspirasi masyarakat Gaza,” tegas Hamdi yang juga telah dipilih untuk menjadi koordinator IGI ini.
Untuk itu, Hamdi mengaku dirinya dan lembaga-lembaga lainnya akan mengajak para tokoh, lembaga kemanusiaan dan masyarakat untuk bergabung dalam gerakan ini dan beraksi secepatnya untuk memulihkan Gaza.
Perwakilan Palestina
Hadir pula Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Palestina di Indonesia, Shaker Abu Shukor. Dia mengaku menyambut baik lahirnya gerakan IGI ini.

