“Walaupun hanya sekitar 5 kilometer, tetapi menciptakan kegembiraan yang sangat hebat, apalagi ada UMKM-UMKM yang terlibat. Penyelenggaraannya juga bagus sekali, karena tidak menimbulkan kemacetan sama sekali, benar-benar diatur dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Itqan Peduli, Adhy Suryadi, menjelaskan BabatuRun, tidak seperti event fun run lainnya karena membawa slogan Silih Asah, Asih dan Asuh. Setiap peserta mendaftar, juga secara langsung memberikan donasi dari uang pendaftaran yang menunjukkan filosofi gotong royong dan kebersamaan khas masyarakat Sunda.
“Silih Asah, fisik kita kuatin, sehat dan bugar. Silih Asih dan Asuh, kita berbagi di sini. Di sini ada anak yatim, juga ada UMKM yang kita bina untuk lebih berdaya. Tahun ini, ada 500 peserta, mudah-mudahan tahun depan bisa 1000,” ungkap Adhy.
BACA JUGA: Andrew Jung Pilih Pergi ke Malaysia, Ini Alasannya
Tidak hanya berdonasi, para peserta BabatuRUN juga mendapatkan benefit jaminan asuransi kecelakaan dari SalingJaga selama 1 tahun ke depan.
“Lari ini spesial, bukan hanya lari sehat, tapi juga ada charity-nya. Satu lagi, semua pelari sudah terlindungi asuransi SalingJaga. Jadi bukan hanya hari ini saja, seluruh peserta lari ini mendapatkan asuransi kecelakaan sampai satu tahun ke depan,” kata Fahri Amirullah, CMO Kita Bisa/saling jaga.
Sementara itu, Direktur Operasional Itqan Peduli, Edwin Gafitra Setiawan mengungkapkan, BabatuRun digelar sebagai upaya meningkatkan engagement, sehingga bisa lebih mendekatkan para donatur ke program-program Itqan Peduli.
“Karena sekarang lagi culture fun run atau olahraga, jadi kita ngambil fun run, supaya masyarakat lebih kenal melalui olahraga. Tema yang diangkat itu, lebih ke (donasi) anak yatim,” kata Edwin.
“Kenapa anak yatim? Karena anak yatim itu, biasanya diundang pas Ramadan saja, padahal anak yatim itu kan gak hanya ‘hidup’ di Ramadan saja. Kita ingin mengenalkan, bahwa anak-anak ini butuh perhatian setiap hari,” jelasnya.
Edwin menyampaikan, seluruh peserta mendapatkan medali dan untuk 100 peserta pertama yang mencapai garis finish, memperoleh trofi dari panitia penyelenggara.

