IMPRESIF.COM – Orang tua wajib tahu bahaya sekaligus manfaat penggunaan gadget oleh anak dan remaja di era kemajuan teknologi seperti sekarang.
Penggunaan perangkat gadget seperti smartphone atau ponsel pintar, tablet, dan laptop telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi anak-anak dan remaja, yang lahir di era kecanggihan teknologi.
Gadget tidak hanya digunakan untuk tujuan komunikasi, juga dimanfaatkan di bidang pendidikan, hiburan, dan pencarian informasi.
Namun, penggunaan gawai yang tidak dipantau dengan benar dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap keselamatan dan perkembangan anak.
Oleh karena itu, peran orang tua dalam memantau penggunaan gawai oleh anak-anak mereka sangat penting untuk memastikan perkembangan fisik, mental, dan sosial mereka yang sehat.
Dunia digital saat ini membuat anak-anak rentan terhadap berbagai risiko seperti penipuan online, perundungan siber, konten yang tidak pantas, dan individu yang jahat.
Tanpa pengawasan, anak-anak dapat dengan mudah dipengaruhi atau menjadi korban dari ancaman-ancaman ini.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap Puasa Sunnah di Bulan Rajab dan Sya’ban 1447 Hijriah Jelang Ramadan 2026
Orang tua perlu mengetahui aplikasi apa yang digunakan anak-anak mereka, situs web apa yang mereka kunjungi, dan dengan siapa mereka berinteraksi di media sosial.
Langkah ini bukan dimaksudkan untuk sepenuhnya membatasi kebebasan anak-anak, melainkan untuk melindungi mereka dari bahaya yang tidak disengaja.
Selain itu, penggunaan gawai yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat memengaruhi perkembangan fisik dan kesehatan anak.
Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar berisiko mengalami masalah kesehatan seperti kelelahan mata, gangguan tidur, dan rabun dekat karena
paparan layar gadget dari jarak yang terlalu dekat dengan mata, serta kurangnya aktivitas fisik.
Kondisi ini dapat menyebabkan gaya hidup tidak sehat dan meningkatkan risiko obesitas.
Dengan pemantauan yang efektif, orang tua dapat menetapkan batasan waktu penggunaan gawai dan mendorong anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik seperti olahraga, rekreasi, atau bermain dengan teman sebaya.

