IMPRESIF.COM – Kompetisi Super League Indonesia musim 2025/26 bergulir mulai hari ini, Jumat, 8 Agustus 2025, dengan memainkan tiga laga.
Meski pertandingan pertama digelar di Samarinda antara Borneo FC vs Bhayangkara FC, nanti sore, namun secara seremonial, Super League dibuka di Surabaya saat Persebaya menjamu PSIM Jogjakarta, Jumat malam.
Sedangkan di laga lainnya, mempertemukan PSM Makassar kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
Di balik euforia menyambut musim baru, ternyata ada fakta miris karena masih ada klub yang belum menyelesaikan kewajiban mereka kepada pemain.
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis sebanyak 4 klub di Indonesia mbelum menyelesaikan menyelesaikan sengketa kontraktual dengan pemain maupun mantan pemainnya jelang kick off kompetisi musim 2025/26.
Dalam keterangan persnya pada Kamis, 7 Agustus 2025, APPI menyampaikan update sengketa kontraktual melibatkan 12 pemain dengan 4 klub. Namun, APPI tak menjelaskan rinci nama-nama klub dan pemain yang dimaksud.
“Tercatat sebanyak 4 Klub yang belum menyelesaikan kewajibannya terhadap 12 pesepakbola, dengan total kewajiban senilai Rp 3.914.102.486,- (Tiga Miliar Sembilan Ratus Empat Belas Juta Seratus Dua Ribu Empat Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) dan USD 19.200 (Sembilan Belas Ribu Dua Ratus Dolar Amerika). Dimana seluruh sengketa tersebut saat ini tengah melalui proses penyelesaian melalui korespondensi yang diwakili oleh APPI kepada masing-masing Klub.” tulis APPI dalam keterangan persnya kepada media.” tulis APPI dalam keterangannya.
Meski tak disebutkan detail oleh APPI, namun berdasarkan data yang tercantum di website resmi FIFA hingga Jumat pagi, 8 Agustus 2025, pukul 07.00 WIB, ada 4 klub Indonesia yang terkena banned FIFA. Yakni Persiwa Wamena, Kalteng Putra FC, PSIS Semarang dan PSM Makassar.
Manajemen PSM Makassar mengeklaim telah menyelesaikan masalah sengketa kontrak/gaji dengan Wiljan Pluim dengan membayar kompensasi seperti yang diminta sejak 1 Agustus.