IMPRESIF.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,7 mengguncang Kota Bandung dan sekitarnya pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, pukul 05.13 WIB.
Berdasarkan informasi dari BMKG, episenter gempa berada di koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat sekitar 14 kilometer timur Kota Bandung, dengan kedalaman 5 kilometer.
Menyikapi kejadian tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menginstruksikan BPBD Kota Bandung untuk memitigasi dampak gempa.
Farhan menuturkan, langkah mitigasi harus dilakukan secara cepat dan terukur guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan potensi risiko lanjutan akibat aktivitas seismik.
“Saya minta BPBD langsung bergerak melakukan pemantauan lapangan, memastikan tidak ada dampak serius terhadap bangunan dan keselamatan warga,” ujar Farhan.
Selain itu, Farhan juga meminta BPBD Kota Bandung untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan BMKG guna memantau perkembangan gempa serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
BACA JUGA: BREAKING NEWS! Gempa Guncang Sukabumi pada Selasa Malam 8 Oktober 2024
“Koordinasi dengan BMKG sangat penting, terutama untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat terkait potensi gempa susulan, sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan sejak dini,” katanya.
Farhan mengimbau seluruh masyarakat Kota Bandung agar tetap waspada namun tidak panik.
Ia mengingatkan warga untuk kembali memahami dan menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana yang selama ini telah disosialisasikan oleh BPBD Kota Bandung.
“Warga diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti panduan siaga bencana. Langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa sudah sering disosialisasikan, dan itu perlu kita ingat kembali,” ujarnya.
Ia menilai, kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana, termasuk gempa bumi.
“Keselamatan adalah yang utama. Pemerintah siaga, masyarakat juga harus siap,” tutur Farhan.
Hingga saat ini, BPBD Kota Bandung masih terus melakukan pemantauan situasi di lapangan serta memastikan kesiapan personel dan peralatan apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut.***
