Kehadiran para pemimpin daerah tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan sekaligus memperkuat kolaborasi antar kota dalam mengembangkan sport tourism di Indonesia. Syamsul berharap Suroboyo 10K tidak hanya menjadi event olahraga tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi lokal, UMKM, serta memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang aktif, sehat, dan terbuka terhadap berbagai event berskala besar.
Salah satu bukti nyata terlihat dari keterlibatan UMKM melalui area DIGI bank bjb Teras Lokal yang telah meramaikan rangkaian kegiatan sejak race pack collection hingga race day.
“Kami berharap Suroboyo 10K tidak hanya menjadi event olahraga tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi pariwisata, ekonomi lokal, UMKM, hingga memperkuat citra Kota Surabaya sebagai kota yang aktif, sehat, dan terbuka untuk berbagai event berskala besar,” ujar Syamsul.
CEO KG Media, Andi Budiman, menilai pelaksanaan Suroboyo 10K berjalan sangat baik, kompetitif, dan tertib sejak awal hingga akhir perlombaan. Menurut Andi, yang menarik bukan hanya performa para pemenang, tetapi bagaimana atmosfer kuat sebuah event besar berhasil terbentuk sejak penyelenggaraan perdana. Ia menilai Suroboyo 10K memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kota-kota lain dalam rangkaian The Ultimate 10K Series Powered by bank bjb.
Jika Bandung dikenal dengan udara sejuk dan peluang mencetak personal best, Surabaya menghadirkan karakter yang lebih berani, cepat, dan kompetitif. “Atmosfer kompetitifnya terasa lebih kuat dan lebih wani. Karakter pelarinya terasa lebih berani untuk push pace dan saling memacu satu sama lain,” ujarnya.
Bahkan cuaca khas Surabaya yang cukup panas justru menjadi tantangan yang memacu semangat para peserta untuk tampil lebih maksimal. Andi juga menyoroti kuatnya keterlibatan masyarakat lokal yang terlihat dari dukungan warga di sepanjang rute serta ramainya area DIGI bank bjb Teras Lokal yang menghadirkan berbagai UMKM lokal.
Menurut Andi, pengalaman berlari di Surabaya tidak hanya soal perlombaan, tetapi juga tentang bagaimana energi kota dan masyarakatnya benar-benar hidup selama event berlangsung.
