IMPRESIF.COM – Seorang lansia berinisial C, 80 tahun, yang merupakan pensiunan guru di Palembang, Sumatra Selatan, ditemukan tewas, diduga karena dibunuh.
Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melapor ke polisi karena C tak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.
Laporan dari keluarga korban diterima polisi pada pertengahan bulan Januari 2026 dan langsung ditindaklanjuti.
Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel akhirnya berhasil mengungkap keberadaan C.
Namun, kabar buruk diterima keluarga dari polisi karena C ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa diduga akibat dibunuh.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, C diduga jadi korban tindakan pencurian dengan kekerasan (curas).
Korban ditemukan tewas mengenaskan di sebuah areal perkebunan sawit di wilayah Banyuasin, dengan kondisi jasadnya yang telah terbakar pada Selasa, 27 Januari 2026.
Setelah dilakukan pendalaman, polisi menangkap tiga orang terduga pelaku curas yang mengakibatkan C meninggal.
Dari ketiga orang pelaku, polisi menetapkan pria berinisial YG, 61 tahun, yang merupakan tetangga korban, sebagai otak pencurian disertai pembunuhan.
Sementara dua orang tersangka memiliki peran berbeda, sebagai pemegang uang hasil kejahatan dan penadah barang curian.
Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, menyampaikan kronologi pembunuhan lansia pensiunan guru oleh tetangganya sendiri.
Dalam pengakuannya kepada polisi, YG diduga telah merencanakan pembunuhan kepada C.
Mulanya, YG menghubungi C lewat pesan WhatsApp dan meminta korban untuk mengantarnya ke kawasan Sukabangun.
C kemudian menyanggupi permintaan pelaku dan mengantar dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Dalam perjalanan, YG tiba-tiba meminta korban untuk menghentikan kendaraannya.
Setelah kendaraan berhenti, YG yang duduk di kursi belakang, menjerat leher korban dengan tali hingga kesulitan bernapas dan meninggal.

