IMPRESIF.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM memastikan akan merelokasi warga yang terdampak longsor di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Keputusan itu diambil saat KDM meninjau lokasi longsor di Pasirlangu pada Sabtu kemarin, 24 Januari 2026.
Data hingga Minggu pagi, 25 Januari 2026, total korban meninggal yang dievakuasi tim SAR sebanyak 11 orang.
Jumlah korban longsor di Pasirlangu diperkirakan akan bertambah, karena puluhan lainnya dilaporkan masih hilang atau dalam pencarian.
Dari pantauan Dedi Mulyadi, lingkungan sekitar lokasi longsor dipenuhi tanaman sayur.
Dengan kontur daerah berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor.
BACA JUGA: Pekan Solidaritas Palestina, Yayasan Kasih Palestina Pupuk Rasa Kemanusiaan kepada Gen Z
Oleh karena itu, sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.
“Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Untuk sementara, masyarakat yang selamat dari longsor diminta untuk mengontrak rumah selama dua bulan.
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga.
Saat ini, lanjut KDM, Pemda Provinsi Jawa Barat fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor.
Peristiwa longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekira pukul 03.00 WIB.
Longsor terjadi setelah hujan disertai angin kencang terjadi sepanjang hari Jumat hingga Sabtu.
Pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.***

